selamat datang

Kampus ku

Pesan Kami

DATA

Postingan
Komentar

Total Tayangan Halaman

Like Facebook


Tampilkan postingan dengan label Makalah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Makalah. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 29 Desember 2012

Leaflet Serangan Jantung dan Stroke

Serangan Jantung adalah : keadaan dimana kerja jantung terganggu karena otot jantung mengalami kerusakan akibat kekurangan suplai oksigen dan zat makanan karena gangguan peredaran darah menuju otot jantung.
Stroke : adalah gangguan fungsi otak akibat kerusakan otak karena gangguan peredaran darah menuju otak
Di Indonesia, stroke merupakan penyakit nomor tiga yang mematikan setelah setelah jantung dan kanker. Bahkan, menurut survei tahun 2004, stroke merupakan pembunuh no.1 di RS Pemerintah di seluruh penjuru Indonesia. Diperkirakan ada 500.000 penduduk yang terkena stroke. Dari jumlah tersebut, sepertiganya bisa pulih kembali, sepertiga lainnya mengalami gangguan fungsional ringan sampai sedang dan sepertiga sisanya mengalami gangguan fungsional berat yang mengharuskan penderita terus menerus di tempat tidur.
Penyebab serangan jantung dan Stroke adalah sama, yaitu gangguan aliran darah menuju jantung dan otak akibat sumbatan pada pembuluh darah

PENYEBAB SERANGAN JANTUNG dan STROKE

  1. Aterosklerosis, yaitu penyempitan atau kekakuan pembuluh darah akibat timbunan lemak (Plak) di dinding pembuluh darah.
  2. Trombosis, yaitu sumbatan pada pembuluh darah kecil oleh guguran Plak aterosklerosis yang lepas dari dinding pembuluh darah karena aliran darah yang deras, misalnya tekanan darah tinggi

FAKTOR RESIKO ATEROSKLEROSIS

Faktor Utama :
  1. Dislipidemia (Kelainan profil lemak darah)
  2. Hipertensi (Tekanan darah tinggi)
  3. Diabetes Melittus (Kencing Manis)
  4. Perokok
Faktor Resiko Tambahan :
  1. Kurang aktifitas fisik
  2. Stress
  3. Kadar asam urat diatas normal (Hiperuricemia)
Dislipidemia, yaitu kadar lemak darah abnormal, ditandai dengan :
  1. Peningkatan kadar kolesterol total, trigliserida, kolesterol LDL, Apo B danLP(a)
  2. Penurunan kadar kolesterol HDL merupakan awal terjadinya plak aterosklerosis
LDL merupakan kolesterol jahat karena dapat menyusup ke dinding pembuluh darah yang menjadi awal mula terjadinya plak, terutama bila memiliki ukuran kecil dan padat, atau sering disebut Small—dense LDL. Keberadaan small-dense LDL ditandai dengan rasio kolesterol LDL direk : Apo B yang rendah (<1.2).
Guguran plak aterosklerosis meninggalkan luka pada dinding pembuluh darah. Untuk menutup bekas luka, fibrinogen diubah menjadi benang-benang fibrin. Peningkatan kadar fibrinogen merupakan salah satu faktor resiko stroke dan PJK (Penyakit Jantung Koroner)
Bekuan darah dibentuk juga oleh trombosit (sel darah yang berperan juga dalam pembekuan darah). Trombosit yang mengalami kecenderungan untuk membentuk jendalan jendalan (agregasi) merupakan faktor resiko terjadinya trombosis. Untuk itu tes Agregasi Trombosit (TAT) bermanfaat dalam menghadapi permasalahan yang berkaitan dengan trombosis atau aterosklerosis.
Akhir-akhir ini, gangguan fungsi sel yang melapisi dinding pembuluh darah bagiian dalam (sel endotel) dan proses inflamasi ditengarai juga merupakan faktor resiko stroke dan PJK.
Berkaitan dengan hal itu, peningkatan kadar homosistein dan hs-CRP dapat digunakan juga sebagai petanda untuk memperkirakan resiko terjadinya  stroke dan PJK.
Penentuan faktor resiko terhadap stroke dan serangan jantung perlu dilakukan agar kita dapat melakukan upaya-upaya pencegahan

PANEL RESIKO SERANGAN JANTUNG dan STROKE :

  1. Kolesterol Total
  2. Kolesterol HDL
  3. Kolesterol LDL direk
  4. Trigliserida
  5. Rasio kolesterol total : HDL
  6. Apo B
  7. Small-dense LDL
  8. Lp(a)
  9. Glukosa puasa dan 2 Jam PP
  10. Fibrinogen
  11. Tes Agregasi Trombosit (TAT)
  12. Homosistein
  13. Hs-CRP
  14. Asam Urat
Lakukan pemeriksaan laboratorium secara rutin (6 bulan sekali) agar faktor resiko serangan jantung dan stroke dapat diketahui sedini mungkin

PENCEGAHAN SERANGAN JANTUNG dan STROKE

  1. Aspek Diet
  2. Diet gizi seimabang makanan dengan mengacu pada 4 SEHAT 5 SEMPURNA
  3. Kandungan lemak < 30% total kalori dengan rendah lemak jenuh dan cukup lemak tak jenuh
  4. Cukup serat
  5. Menghindari alkohol
  6. Olah Raga
  7. 3 – 5 kali seminggu minimal 30 menit
  8. Intensitas cukup, disesuaikan dengan usia
  9. Dipilih olah raga ritmis
  10. Obat
Bila diet dan olah raga belum dapat mengendalikan kadar gula dan profil lemak, dianjurkan menghubungi dokter agar dapat dipilih obat yang sesuai

Leaflet Kanker Prostat

Apakah Prostat itu?

Prostat adalah kelenjar yang merupakan bagian dari sistem urogenetal pria. Berukuran dan berbentuk seperti kenari terletak dibawah kandung kencing, dimuka rektum, mengelilingi uretra (pipa yang menyalurkan urine dari kandung kemih keluar tubuh). Prostat menghasilkan cairan semen yang berfungsi sebagai pembawa sperma

Apa saja penyakit yang bisa menyerang Prostat?

Leaflet | Kanker | Ca | Carsinoma | Prostat | Benign | Prostate | Hypertropy | BPH | Pengertian | Adalah | Resiko | Gejala | Tanda | Screening | PSA | Prostate | Spesific | Antigen
Seiring dengan bertambahnya usia, makin banyak penyakit yang bisa mengenai prostat, diantaranya: pembesaran prostat jinak (Benign Prostate Hypertropy - BPH), Prostatitis dan Kanker Prostat

Apakah Kanker Prostat itu?

Jika sel membelah secara berlebihan, terjadilah tumor. Pada kanker prostat, terjadi pembelahan dan pertumbuhan sel kelenjar prostat secara berlebihan. Kanker prostat merupakan jenis kanker yang paling sering pada pria dan merupakan penyebab kematian utama karena kanker

Siapa saja yang beresiko untuk terkena Kanker Prostat?

Kanker prostat bisa menyerang siapa saja, terutama yang mempunyai faktor resiko sebagai berikut :
  1. Pria usia diatas 55 tahun
  2. Riwayat kanker prostat pada keluarga
  3. Diet tinggi lemak
  4. Riwayat pembesaran prostat jinak (BPH)
  5. Obesitas / kegemukan
  6. Kurang olah raga
  7. Merokok
  8. Riwayat paparan radiasi pelvis

Apakah Gejala dan Tanda Kanker Prostat

Kanker prostat pada stadium dini sering tidak memberikan gejala apapun. Penyakit awalnya berkembang lambat, akan tetapi pada tahap yang lebih lanjut akan muncul gejala :
  1. Sering kencing terutama malam hari
  2. Sulit memulai kencing
  3. Tidak bisa kencing
  4. Aliran kencing lemah atau tersendat-sendat
  5. Nyeri atau panas saat kencing
  6. Gangguan ereksi
  7. Nyeri saat ejakulasi
  8. Terdapat darah dalam urine atau semen
  9. Nyeri atau kaku di punggung bawah, panggul atau paha atas

Apa yang dimaksud dengan Screening untuk Kanker Prostat?

Screening adalah pemeriksaan terhadap pria tanpa gejala kanker prostat. Bertujuan untuk mendeteksi kanker prostat sedini mungkin. Terdapat 2 cara screening yaitu DRE (Digital Rectal Examination) atau pemeriksaan colok dubur, serta pemeriksaan kadar PSA darah. Pemeriksaan colok dubur murah dan mudah dilakukan tapi kurang efektif karena 50% kanker prostat tidak terdeteksi.

Apakah PSA itu?

PSA (Prostate Spesific Antigen) merupakan protein yang hanya dihasilkan oleh kelenjar prostat. Tinggi rendahnya kadar PSA dapat membedakan berbagai kelainan prostat. Akan tetapi, pemeriksaan PSA saja belum mampu menyingkirkan atau menegakkan diagnosa Kanker Prostat. Kombinasi pemeriksaan colok dubur dan PSA memberikan efektifitas yang optimal untuk screening kanker prostat

Apa yang harus dilakukan jika pemeriksaan positif?

Jika pemeriksaan colok dubur dan PSA menunjukkan kecurigaan ke arah kanker prostat, biasany dokter akan meminta periksa biopsi, yaitu dengan mengambil sedikit sampel jaringan prostat dan diperiksa menggunakan mikroskop. Pemeriksaan ini untuk memastikan diagnosis kanker prostat secara akurat

Apa yang harus dilakukan jika hasil positif menderita Kanker Prostat

Kanker prostat bukan penyakit yang tak dapat diobati. Tergantung pada stadium kanker dan penyebarannya. Pilihan terapi meliputi: pembedahan, terapi radiasi, terapi hormon dan kemoterapi. Semakin dini kanker terdeteksi, semakin besar kemungkinan keberhasilan terapi

Apa yang sebaiknya dilakukan untuk menghindarkan diri dari Kanker Prostat?

  1. Lakukan pemeriksaan PSA setiap tahun mulai usia 45 tahun, bila terdapat riwayat kanker prostat pada keluarga
  2. Waspada bila terjadi peningkatan kadar diatas 25%, segera konsultasikan hasil test pada Dokter
  3. Deteksi dini memberikan keberhasilan terapi yang lebih besar

Leaflet Kanker Serviks

Apa yang dimaksud Kanker Serviks?

Kanker Serviks adalah kanker yang terjadi pada area leher rahim (Serviks). Serviks terletak diantara rahim dan vagina
Kanker | Ca | Tumor | Seviks | Rahim

Seberapa seringkah Kanker Serviks terjadi?

Kanker Serviks adalah kanker nomor dua yang paling sering menyebabkan kematian pada perempuan di seluruh dunia setelah kanker payudara.
Setiap tahun sekitar 500.000 perempuan di diagnosis menderita kanker serviks dan hampir 300.000 meninggal dunia. Secara keseluruhan 2,2 juta perempuan di dunia menderita kanker serviks
Kanker serviks cenderung muncul pada perempuan berusia 35 - 55 tahun, namun dapat pula muncul pada perempuandengan usia yang lebih muda.
95% kanker serviks disebabkan virus yang disebut Human Papilloma Virus (HPV>

Apa penyebab Kanker Serviks?

Setelah terjadi infeksi HPV, perkembangan ke arah kanker serviks tergantung dari jenis HPV-nya. HPV resiko rendah (Type 6 dan 11) hampir tidak beresiko menjadi kanker serviks, tapi dapat menimbulkan genital warts (kutil).Meskipun sebagian besarinfeksi HBV akan sembuh sendiri dalam 1 - 2 tahun karena adanya sistem kekebalan tubuh alami.
Infeksi yang menetap karena HPV resiko tinggi (Type 16 dan 18) akan mengarah pada kanker serviks. Kanker serviks mulai dari pra-kanker (Displasia) sampai berkembangnya sel-sel abnormal pada dinding serviks tanpa terkontrol dan membentuk sebuah benjolan yang disebut tumor

Apa Faktor Resiko terjadinya Kanker Serviks?

  1. Kegiatan seksual sebelum usia 20 tahun
  2. Berganti-ganti pasangan seksual
  3. Papaparan terhadap infeksi menualar seksual
  4. Higiene seksual buruk
  5. Pengidap Kanker Serviks di keluarga
  6. Merokok
  7. Penurunan kekebalan tubuh (HIV / AIDS)
  8. PAP Smear yang abnormal sebelumnya

Apa saja Gejala Kanker Serviks

Kondisi pra-kanker umumnya ditemukan melalui tes Pap Smear dimana ditemukan sel-sel abnormal. Bila sel-sel abnormal ini berkembang menjadi kanker serviks, barulah muncul gejala-gejala sebagai berikut
  1. Kanker stadium dini sering ditandai keputihan berlebihan, berbau busuk dan tidak sembuh-sembuh
  2. Perdarahan vagina yang tidak normal
    1. Perdarahan diantara periode menstruasi yang reguler
    2. Periode menstruasi yang lebih lama dan lebih banyak dari biasanya
    3. Perdarahan setelah hubungan seksual atau pemeriksaan panggul
    4. Perdarahan pada wanita usia menopause
  3. Rasa sakit saat hubungan seksual
  4. Pucat, kesulitan atau nyeri dalam berkemih, nyeri di daerah sekitar panggul
  5. Bila kanker sudah mencapai Stadium Tiga keatas, maka akan terjadi pembengkakan di berbagai anggota tubuh seperti betis, paha dan sebagainya
Bila mengalami salah satu gejala di atas, segera hubungi dokter. Kondisi di atas tidak selalu disebabkan oleh kanker serviks

Bagaimana Kanker Serviks di Deteksi?

Tes Pap Smear dapat mendeteksi adanya sel yang tidak normal pada serviks secara dini
Pap Smear
“Gambar diambil dari :http://medicalimages.allrefer.com"

Tips Pencegahan Kanker Serviks

  1. Menjaga kebersihan bagian kewanitaan
  2. Bila terjadi tanda abnormal pada leher rahim, segera lakukan pemeriksaan Pap Smear
  3. Lakukan hubungan seksual yang sehat
  4. Laki-laki yang tidak di khitan harus menjaga higiene seksual, karena rentan sebagai penyebar Virus HPV
  5. Jangan berganti-ganti pasangan dalam hubungan seksual (sex-partner) karena merupakan penyebab utama masuknya Virus HPV

Leaflet Mammografi


Apakah Mammografi itu?


Mammografi adalah pemeriksaan foto dengan menggunakan dosis rendah sinar-X pada payudara yang dapat mendeteksi Kanker Payudara walaupun belum teraba benjolan pada payudara. Gambaran yang dihasilkan Mammografi (Mammogram) dapat melihat struktur bagian dalam jaringan payudara dengan jelas

Mammografi

Kapan diperlukan Mammografi?


Mammografi biasanya dianjurkan oleh dokter untuk :

  1. Evaluasi
    Bila terdapat kelainan pada payudara, misalnya rasa nyeri pada payudara, terasa benjolan pada payudara atau pada kelenjar getah bening ketiak, terjadi perubahan warna / bentuk / konsistensi pada payudara dan keluar cairan yang tidak normal dari puting payudara, kulit atau puting.
  2. Deteksi Dini
    Untuk mendeteksi kanker payudara walaupun tidak ada gejala sebagai bagian dari chek-up rutin

Bila terasa benjolan pada payudara atau kelainan payudara yang lain, Mammografi membantu Dokter apakah benjolan tersebut jinak atau ganas dan membantu menentukan lokasi pertumbuhan tumor. Yang lebih penting, mammografi dapat membantu menentukan terapi yang diperlukan selanjutnya

Apakah Pentingnya Deteksi Dini Kanker Payudara?


Jika Kanker Payudara ditemukan lebih dini, kesempatan untuk sembuh dari kanker ini adalah sangat tinggi dan pengangkatan atau pembuangan terhadap payudara dapat jarang terjadi. Pada umumnya, tumor yang lebih kecil, lebih mudah diangkat seluruhnya tanpa harus mengangkat payudara seluruhnya (hanya tumornya saja)

Mengapa dipilih Mammografi?


Penelitian di Amerika, Swedia dan Inggris telah didapatkan bahwa Mammografi sangat berguna untuk deteksi kanker payudara terutama bila dikerjakan bersama-sama dengan pemeriksaan fisik penderita. Dengan Mammografi, kematian penderita akibat kanker payudara dapat diturunkan sebanyak 30%

Apakah Mammografi tersebut aman?


Radiasi yang didapat penderita pada foto Mammografi adalah sangat kecil, sehingga aman bagi penderita. Sampai saat ini, tidak ada metode lainnya yang lebih baik dari foto Mammografi untuk mendeteksi tumor payudara sebelum benjolan dapat dirasakan.

Bagaimana Cara Pemeriksaan Mammografi?


Bagaimana persiapan pemeriksaan Mammografi?

  1. Tidak perlu berpuasa sebelum Mammografi
  2. Tidak memmakai deodorant atau bedak pada ketiak sebelum pemeriksaan, karena akan mengganggu gambaran Mammografi dan menyerupai proses keganasan

Bagaimana prosedur pemeriksaan Mammografi?

  1. Radiografer yang terlatih akan memandu anda. Anda akan diminta untuk melepas baju dan kemudian ditentukan posisi untuk foto payudara
  2. Foto dilakukan dua kali untuk setiap payudara, yaitu dari arah tengah ke tepi dan dari arah atas ke bawah.
  3. Hasil Mammografi di interprestasikan oleh Dokter spesialis radiologi

Kapankah sebaiknya anda melakukan Mammografi?


Untuk memerangi kanker payudara, American Cancer Society memberikan rekomendasi sebagai berikut :

Pada wanita yang masih mendapat menstruasi, sebaiknya Mammografi dilakukan hari ke-3 menstruasi sampai dengan pertengahan siklus menstruasi

Wanita usia 35 sampai 39 tahun

  1. Periksa payudara anda sendiri setiap bulan 2 - 3 hari setelah selesai menstruasi
  2. Periksakan payudara anda ke dokter anda setiap 3 tahun sekali
  3. Periksa Mammografi antara usia 35 - 39 tahun

Wanita usia 40 sampai 49 tahun

  1. Periksa payudara anda sendiri setiap bulan setelah selesai menstruasi
  2. Periksakan payudara anda ke dokter anda setiap 1 tahun sekali
  3. Periksa Mammografi setiap satu atau dua tahun sekali

Wanita usia 50 tahun keatas

  1. Periksa payudara anda sendiri setiap bulan setelah selesai menstruasi
  2. Periksakan payudara anda ke dokter anda setiap 1 tahun sekali
  3. Periksa Mammografi setiap tahun, bahkan meski tidak terasa gejala apapun pada payudara Anda

Mammografi direkomendasikan terutama untuk wanita dengan faktor resiko kanker payudara atau kanker yang lain (indung telur, leher rahim, rahim, usus besar), yaitu:

  1. Riwayat kanker payudara dalam keluarga
  2. Menstruasi pertama pada umur kurang dari 12 tahun
  3. Menopause setelah umur 55 tahun
  4. Melahirkan pertama kali setelah umur 30 tahun
  5. Pemakaian kontrasepsi pil
  6. Tidak pernah melahirkan atau menyusui
  7. Terapi pengganti hormon setelah menopause
  8. Mengkonsumsi alkohol dan merokok
  9. Kegemukan
  10. Kurang olah raga

Kamis, 20 Desember 2012

MATERI PENYULUHAN KESEHATAN TENTANG MENU SEHAT PADA IBU HAMIL


            Menjadi seorang ibu adalah puncak dari peranan seorang wanita dalam kehidupan ini. Kebutuhan makan untuk setiap orang berbeda, begitu pula untuk ibu hamil dan menyusui. Seorang ibu hamil dan menyusui memerlukan zat-zat gizi yang berkualitas dan jumlah yang lebih banyak dari biasanya. Untuk itu diperlukan pengaturan menu sehat selama masa kehamilan.
            Menu sehat pada ibu hamil adalah susunan atau daftar makanan yang seimbang dan mengandung gizi serta bahan –bahan yang diperlukan seperti karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral (Rachman Sani, 2001).
Zat-zat gizi penting
Zat-zat gizi yang perlu mendapat perhatian dalam konsumsi ibu hamil adalah sebagai berikut:
Sumber tenaga/karbohidrat
 Digunakan untuk tumbuh kembang janin dan proses perubahan biologis yang terjadi dalam tubuh yang meliputi, pembentukan sel-sel baru, pemberian makanan dari ibu ke bayi melalui plasenta, serta pembentukan enzim dan hormon penunjang pertumbuhan janin. banyak terdapat pada beras, umbi-umbian, kentang , jagung, roti dll..
Protein
 Diperlukan sebagai pembentuk jaringan baru janin. Kekurangan asupan protein dapat berpengaruh terhadap pertumbuhan janin, keguguran, bayi lahir dengan berat badan kurang, serta tidak optimalnya pertumbuhan jaringan tubuh dan jaringan pembentuk otak.
Protein merupakan salah satu zat gizi yang dibutuhkan seseorang karena fungsi utamanya sebagai zat pembangun dan pengatur disamping sebagai bahan bakar tubuh. Bahan makanan yang mengandung protein digolongkan menjadi dua golongan yaitu bahan makanan sumber protein hewani dan bahan  makanan sumber protein nabati. Bahan makanan dari hewani nilai proteinnya lebih tinggi dari pada nabati, karena kandungan asam amino sebagai molekul pembentuk protein lebih lengkap susunannya. Oleh karena itu bahan makanan dari hewani merupakan sumber protein yang baik dan sempurna. Contoh protein nabati adalah tempe, tahu. Dan golongan kacang-kacangan serta biji-bijian. sedangkan protein hewani contohnya ikan, telur, daging dll.
Vitamin
 Dibutuhkan untuk memperlancar proses biologis yang berlangsung dalam tubuh ibu dan janin. Misalnya, vitamin A diperlukan untuk pertumbuhan, vitamin B1 dan B2 sebagai penghasil energi, vitamin B6 sebagai pengatur pemakaian protein tubuh, vitamin B12 membantu kelancaran pembentukan sel-sel darah merah. Vitamin C membantu penyerapan zat besi guna mencegah anemia, dan vitamin D untuk membantu penyerapan kalsium. Biasa ditemukan dalam sayur-sayuran segar dan buah-buahan segar
Mineral
 Antara lain :
Kalsium, digunakan untuk menunjang pembentukan tulang dan gigi serta persendian janin. Jika ibu hamil kekurangan kalsium, maka kebutuhan kalsium akan diambilkan dari cadangan kalsium pada tulang ibu. Ini akan mengakibatkan tulang keropos atau osteoporosis. Untuk itu, si ibu perlu mengkonsumsi susu, telur, keju, kacang-kacangan, atau tablet kalsium yang dapat diperoleh saat periksa ke Puskesmas atau klinik.
Zat besi, erat berkaitan dengan anemia atau kekurangan sel darah merah sebagai adaptasi adanya perubahan fisiologis selama kehamilan, yang disebabkan oleh :
o    Meningkatnya kebutuhan zat besi untuk pertumbuhan janin.
o    Kurangnya asupan zat besi pada makanan yang dikonsumsi sehari-hari.
o    Adanya kecenderungan rendahnya cadangan zat besi pada wanita, sehingga tidak mampu menyuplai kebutuhan zat besi dan mengembalikan persediaan darah yang hilang akibat persalinan sebelumnya.
Pedoman menu
Berikut ini pedoman untuk menyusun menu bagi ibu hamil:
  1. Makan dua kali lebih dari biasanya, bukan hanya dalam jumlah porsi, namun lebih ditekankan pada mutu zat-zat gizi yang terkandung dalam makanan yang dikonsumsi.
  2. Makanan dapat diberikan 4 - 6 kali waktu makan sesuai dengan kemampuan ibu. Jangan memaksa untuk menghabiskan makanan yang tersaji jika merasa mual, pusing, dan ingin muntah.
  3. Batasi konsumsi makanan berlemak tinggi dan yang merangsang seperti cabe, makanan bergas seperti nangka, nanas dan durian, serta yang beralkohol semacam tape.
  4. Usahakan mengkonsumsi makanan dalam komposisi seimbang, dengan susunan yang meliputi 2 piring nasi @ 250 g, 90 g daging atau ikan, sebutir telur, 60 g kacang-kacangan, 3 porsi sayur @ 100 g, 2 porsi buah-buahan @ 100 g, segelas susu atau yoghurt, atau seiris keju sebagai ganti serta 1 sdm minyak atau lemak.
  5. Berikan minum 1/2 jam sehabis makan. Perbanyak minum air putih, sari buah seperti air jeruk, air tomat, sari wortel, air rebusan kacang hijau sebagai pengganti cairan yang keluar, karena ibu hamil lebih banyak berkeringat dan sering buang air kecil karena kandung kemih yang terdesak oleh pertumbuhan janin. Penting untuk menghindari minuman berkafein seperti kopi, coklat, dan soft drink (minuman ringan) pemicu hipertensi.
  6. Hindari konsumsi bahan makanan olahan pabrik yang diberi pengawet dan pewarna yang dimasukkan ke dalam bahan pangan, karena dapat membahayakan kesehatan dan pertumbuhan janin, yang sering dihubungkan dengan cacat bawaaan dan kelainan bayi saat lahir. Waspadai tulisan pada kemasan seperti amaranth, potassium nitrit, sodium nitrit, sodium nitrat, formalin, boraks, sianida, rodhamin B, dsb.
  7. Hindari makanan berkalori tinggi dan banyak mengandung gula serta lemak namun rendah kandungan zat gizi, makanan siap saji, makanan kecil, coklat, karena akan mengakibatkan mual dan muntah.
  8. Bagi ibu yang hamil muda, konsumsilah makanan dalam bentuk kering, porsi kecil dan frekuensi sering, misalnya biskuit marie dan jenis-jenis biskuit yang lain, karena biasanya mereka tidak berselera makan.
  9. Hindari konsumsi makanan laut dan daging yang pengolahannya tidak sempurna karena besar risikonya tercemar kuman dan bakteri yang membahayakan. Untuk menghindarinya, masaklah makanan sampai matang benar, dan cuci makanan untuk menjaga kebersihan, terutama buah dan sayuran sampai bersih sebelum dikonsumsi.
  10. Tetap beraktivitas dan bergerak, misalnya dengan jalan santai di pagi hari.
contoh menu sehari untuk ibu hamil
Contoh 1 :
Makan Pagi
- Nasi Goreng bumbu kari (nasi, tauge, wortel, telur)
- Sari buah jeruk
         Selingan
- Susu kedelai
- Agar-agar
Makan Siang
- Nasi
- Tahu goreng
- Cap cai
- Pepes ikan
- Buah-buahan
          Selingan
- Asinan buah
Makan Malam
- Nasi
- Lalapan
- Sup ayam
- Balado telur
- Pisang
Contoh 2 :
Makan Pagi
- Roti panggang selai kacang
- Susu kedelai
         Selingan
- Puding
- Juice alpukat
Makan Siang
- Nasi
- Ikan bakar
- Perkedel tahu
- Gado-gado komplit
- Pepaya
          Selingan
- Bubur kacang hijau
- Teh
Makan Malam
- Nasi
- Tempe
- Daging
- Lalapan
- Melon
Kebutuhan Zat Gizi
 pada IBU HAMIL
Zat Gizi
                 Kebutuhan
Fungsi
Sumber Makanan
Tak Hamil
Hamil
Protein
40 g
60 g
-pertumbuhan janin
-susu
yang lain
-
-cairan amnion
-keju
-pertumbuhan dan
-
perkembangan plasenta
-telur
-pertumbuhan jaringan
-daging
-ibu: payudara dan rahim
-
-kenaikan sirkulasi ibu :
-biji-bijian
-Hb dan protein plasma
-
-cadangan ibu untuk
-kacang-kacangan
-proses melahirkan dan
-
-menyusui
-
Kalori
2.250
2.550
-kenaikan metabolisme
-karbohidrat
-keperluan tenaga
-lemak
-penghematan protein
-protein
Kalsium
500 mg
900 mg
-pembentukan rangka janin
-susu
-pembentukan gigi janin
-keju
-kenaikan metabolisme
-bijian utuh
-kalsium ibu.
-
Fosfor
450 mg
650 mg
-pembentukan rangka janin
-susu
-pembentukan gigi janin
-keju
-kenaikan metabolisme
-daging
-fosfor ibu
-
Zat besi
26 mg
56 mg
-kenaikan sirkulasi darah
-hati
-ibu, kenaikan Hb
-
30-60 mg
-simpanan zat besi di hati
-
hilang saat persalinan
-daging, telur
-beras utuh, sayuran,
-kacang-kacangan,
-buah kering
Iodium
150 ug
175 ug
-kenaikan metabolisme
-garam
-basal
-iodium
Magnesium
250 mg
280 mg
-
-kacang
-metabolisme energi dan
-tahu
-protein
-
-aktivator enzim
-tahu
-pertumbuhan jaringan
-
-metabolisme sel
-kakao
-penguat otot
-hasil laut, beras
-utuh, kacang kering
-
Vitamin A
500RE
700RE
-pertumbuhan sel &
-mentega
-jaringan
-
-
-
-pertumbuhan gigi
-krim
-pertumbuhan tulang
-sayuran kuning
-
-& hijau
Vitamin D
<23 tahun
-penyerapan CI & P
-susu
=200 IU
400 IU
-Mineralisasi tulang
-margarin yang
-& gigi
-diperkaya
>23 tahun
-
-
=0
Vitamin E
12 IU
14 IU
-pertumbuhan jaringan
-minyak sayur
-& sel
-
-Integrasi sel darah merah
-sayuran, gandum,
-
-telur, susu
Vitamin C
60 mg
70 mg
-pembentukan jaringan
-tomat
-ikat
-
-bahan semen jaringan
-selon
-ikat & pembuluh darah
-sayuran, lada
-
-brokoli
-
-kentang
Asam folat
160 ug
310 ug+
-kenaikan metabolisme
-hati
-selama hamil
-
200-400
-pencegahan anemia
-sayuran
mcg
-
-
-kenaikan pembentukan
-daging, biji-bijian
-sel darah
-
-produksi inti sel
-kacang, beras utuh
Niasin
10 mg-11 mg
-faktor untuk
-daging, hati
-metabolisme Energi
-
-dan protein
-
Riboflavin
1,0 mg
1,7 mg
-faktor untuk meta-
-daging, hati
-bolisme energi dan protein
-beras utuh, kacang
-
-
(B6)
-
-
Piridoksin
2,0 mg
2,5 mg
-faktor untuk metabolisme
-gandum
-protein
-
-pertumbuhan janin
-jagung, hati, daging
B12
1,0 ug
1,3 ug
-faktor pada metabolisme
-susu
-protein
-
-pembentukan sel darah
-telur, daging, keju
-
hati
DAFTAR PUSTAKA
Depkes RI Direktorat Bina Gizi Masyarakat, (1992), Gizi Ibu Hamil dan Menyusui, Jakarta.
Hartono, Andri, (1993), Petunjuk Praktis Ibu untuk Menyusui, Yayasan Esentia Medika, Jakarta.
Sani, Rachman, (2001), Menuju Kelahiran yang Alami, PT Raja Grafindo Persada, Jakarta.
Internet :
Http:  rudyct.topcities.com/pps 702_71034/zulhaida _lubis.htm.
Http:  rudyct.topcities.com/pps 702_71034/ai_nurhayati.htm.
Http : www.namabayi.com/mitra_bayi_Gizi2.htm.
Http: www.balitaanda.indoglobal.com/mei16 ngemil.html.