selamat datang

Kampus ku

Pesan Kami

DATA

Postingan
Komentar

Total Tayangan Halaman

Like Facebook


Kamis, 24 Mei 2012

Prosedur penatalaksanaan tetanus

SARANA

  • Oksigen
  • Suction aparatus

PENATALAKSANAAN
  1. Penderita diterima di penerimaan awal
  2. Penderita dibaringkan di triage untuk diseleksi dan pemeriksaan awal
  3. Penderita dibawa ke ruang kartu merah untuk pemeriksaan lebih lanjut
  4. Penderita dilakukan pemeriksaan laboratorium
  5. Berikan oksigen
  6. Dilakukam penghisapan lendir dengan suction
  7. Pasang infus RL
  8. Penderita di MRS kan
Pada dasarnya, penatalaksaannya tetanus bertujuan untuk :
1. Eliminasi Kuman
  • Debridement
Untuk meghilangkan suasana anaerob, dengan cara membuang jaringan yang rusak, membuang benda asing, merawat luka / infeksi umbilicus, membersihkan liang telinga / mengobati otitis media
  • Antibiotika
Penicilline procaine 50.000 – 100.000 IU / kg / hari IM, 1 – 2 kali sehari minimal selama 10 hari.
Antibiotika lain ditambahkan sesuai dengan penyulit yang timbul.
2. Netralisasi Toksin :
  • Toksin yang dapat dinetralisir adalah toksin yang belum melekat di jaringan.
  • Dapat diberi TIGH 500 KI (neonatus) – 6000 KI i.m atau ATS 5000 KI – 100.000 KI.
3. Perawatan Suportif :
Perawatan penderita tetanus harus intensif dan rasional.
a. Nutrisi dan Cairan :
  • Pemberian cairan IV disesuaikan jumlah dan jenisnya dengan keadaan penderita, seperti sering kejang, hiperpireksia dan sebagainya.
  • Beri nutrisi tinggi kalori, bila perlu dengan nutrisi parenteral.
  • Bila sonde nasogastric telah dapat dipasang (tanpa memperberat kejang), pemberian makanan per oral hendaknya segera dilaksanakan.
b. Menjaga agar pernapasan tetap efisien :
  • Pembersihan saluran napas dari lendir.
  • Pemberian zat asam tambahan.
  • Bila perlu, lakukan tracheostomi (tetanus berat).
c. kekakuan dan mengatasi kejang :
  • Antikonvulsan diberikan secara titrasi, disesuaikan dengan kebutuhan dan respons klinis.
  • Pada penderita yang cepat memburuk (serangan kejang makin sering dan makin lama), pemberian antikonvulsan dirubah seperti pada awal terapi, yaitu dimulai lagi dengan pemberian bolus, dilanjutkan dengan dosis rumatan yang lebih tinggi.
  • Bila dosis maksimal telah tercapai namun kejang belum teratasi, harus dilakukan pelumpuhan otot secara total dan dibantu dengan pernapasan makanik (ventilator).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar